pelajaran dari supir angkot: menjaga vitalisme antusias
suatu waktu di terminal tegallega saya memperhatikan sopir angkot yang ngetem
adanya orang yang duduk di kursi sopir tapi itu bukan sopir yang aslinya mau mengendarai angkot itu.
Terlihat setelah penumpang banyak mengisi angkot, orang yang duduk di kursi sopir itu digantikan oleh sopir yang sesungguhnya mau mengendarai angkot itu.
**
saya mendapatkan pelajaran yang sangat berharga dari peristiwa itu, karena kondisi seperti itu bukan hanya sekali dua kali tapi memang seperti sudah menjadi kebiasaan.
Pelajaran sangat berharga yang saya dapatkan:
hal itu perlu untuk menjaga vitalitas sopir itu
karena kalau sopir diam menunggu penumpang bisa membuat jenuh atau bosan sopir itu kelelahan dalam menunggu
tapi kalau kursi sopir itu tidak diisi maka tidak akan ada penumpang masuk
jadi sopir bisa seger ketika mengendarai angkot tersebut
karena tidak kelelahan dalam menunggu penumpang yang tentu tidak sebentar menunggu angkot penuh
Belum ada Komentar untuk "pelajaran dari supir angkot: menjaga vitalisme antusias"
Posting Komentar