Ilmu dan Cinta

 Cinta dan Ilmu


Tanpa cinta maka  ilmu kehilangan ruhnya yang menggerakkan untuk beramal
Tanpa ilmu maka cinta akan bergerak tidak terkendali tidak terarah bahkan bisa jadi salah arah
~ Iman Salman
 
Seorang pemula memiliki hobi beternak ikan lele. Dengan penuh semangat dan rasa sayang, ia merawat ikan-ikan peliharaannya setiap hari. Karena begitu mencintai ikan-ikan tersebut, ia berpikir bahwa semakin banyak makanan yang diberikan, semakin senang dan sehat pula ikan-ikan itu.

Tanpa ragu, ia menebarkan pakan dalam jumlah yang sangat banyak sebagai wujud kasih sayangnya. Namun, beberapa jam kemudian, ikan-ikan lelenya justru mati satu per satu. Ketika diperiksa, air kolam dipenuhi sisa pakan yang tidak habis dimakan sehingga kualitas air menurun dan menjadi penyebab kematian ikan-ikan tersebut. Niatnya baik, tetapi karena tidak disertai ilmu, hasilnya justru berlawanan dengan harapan.

Kisah sederhana ini menjadi pelajaran berharga bagi dunia pendidikan. Mencintai murid adalah sebuah keharusan bagi setiap pendidik, tetapi cinta saja tidak cukup. Mendidik memerlukan ilmu, hikmah, dan metode yang tepat.

Allah Swt. menegaskan pentingnya ilmu dalam firman-Nya:
يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَـٰتٍ
"...Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat."
(QS. Al-Mujādilah [58]: 11).
Ayat ini menunjukkan bahwa ilmu memiliki kedudukan yang sangat mulia.

Nasehat ulama yang sangat masyhur:
مَنْ أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَ الْآخِرَةَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَهُمَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ
"Barang siapa menghendaki dunia, maka hendaklah dengan ilmu. Barang siapa menghendaki akhirat, maka hendaklah dengan ilmu. Dan barang siapa menghendaki keduanya, maka hendaklah dengan ilmu."
Pesan ini mengingatkan bahwa setiap hal ada ilmunya.

Membangun rumah ada ilmunya, ada keterampilan yang dibutuhkannya. Begitu pula membangun karakter, akhlak dan pembiasaan peserta didik ada ilmunya tersendiri dan ada keterampilan yang menjadi tuntutannya.

Agama mengajarkan pada kita agar jangan malas belajar ilmu kependidikan, karena ia adalah bagian dari ikhtiar mulia dalam rangka membangun peradaban Robbani.

Prinsip kehidupan mirip dengan eskalator yang turun, ketika kita diam maka kita akan tergusur turun. "Ketika kita berhenti bertumbuh berhenti belajar maka sesungguhnya kita sedang mundur"**

Belum ada Komentar untuk "Ilmu dan Cinta"

Posting Komentar

Postingan Populer

Skill manajemen: Akhir perencanaan aktivitas adalah menentukan habit

Manajemen aktivitas adalah keharusan agar aktivitas bisa PEB (produktif efektif bermakna) Salah satu skill keterampilan dalam manajemen akti...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel